Kiai Nyentrik Membela Pemerintah

Kiai Nyentrik Membela Pemerintah Profiles of Indonesian ulamas previously published in Tempo

  • Title: Kiai Nyentrik Membela Pemerintah
  • Author: Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary
  • ISBN: 9789798966071
  • Page: 230
  • Format: Paperback
  • Profiles of Indonesian ulamas, previously published in Tempo.

    • Free Download [Psychology Book] ↠ Kiai Nyentrik Membela Pemerintah - by Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary ↠
      230 Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary
    • thumbnail Title: Free Download [Psychology Book] ↠ Kiai Nyentrik Membela Pemerintah - by Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary ↠
      Posted by:Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary
      Published :2019-09-02T11:45:43+00:00

    About “Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary

    • Abdurrahman Wahid Mohamad Sobary

      Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah.Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, adalah putra pendiri organisasi terbesar Nahdlatul Ulama NU , KH Hasyim Asy ari Sedangkan ibunya adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syamsuri Gus Dur menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh Yenni , Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.Sebagaimana dikutip dari situs resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sejak masa kanak kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya Selain itu, Gus Dur juga aktif berkunjung ke perpustakaan umum di Jakarta Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku buku Di samping membaca, Gus Dur dikenal hobi bermain bola, catur dan musik Bahkan Gus Dur, pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop Kegemarannya itu mendapat apresiasi yang mendalam di dunia perfilman sehingga pada 1986 1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya yaitu Sinta Nuriyah, putri H Muh Sakur Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir.Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru Pada tahun 1971, Gus Dur bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis Lewat tulisan tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.Pada 1974, Gus Dur diminta pamannya KH Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.Pada 1979, Gus Dur pindah ke Jakarta Mula mula beliau merintis Pesantren Ciganjur Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai Wakil Katib Syuriah PBNU Kiprahnya di PBNU semakin menanjak hingga akhirnya terpilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al aqdi yang diketuai KH As ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan Ketua Umum PBNU pada muktamar ke 27 di Situbondo, pada 1984.Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada Muktamar NU ke 28 di pesantren Krapyak Yogyakarta, 1989, dan Muktamar NU di Cipasung Jawa Barat, pada 1994 Jabatan Ketua Umum PBNU baru ditinggalkannya setelah Gus Dur menjabat Presiden RI keempat pada 20 Oktober 1999 Guru bangsa, reformis, cendekiawan, pemikir, dan pemimpin politik ini menggantikan BJ Habibie sebagai Presiden RI setelah dipilih MPR hasil Pemilu 1999 Dia menjabat Presiden RI dari 20 Oktober 1999 hingga Sidang Istimewa MPR 2001.Gus Dur meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rabu 30 Des 2009 sekitar pukul 18.45 WIB, karena sakit.

    873 thoughts on “Kiai Nyentrik Membela Pemerintah

    • Selalu mengagumi tulisan-tulisan Gus Dur. Ada kedalaman pemahaman dan kemauan untuk belajar dan melihat kembali sebagai pelajaran bagi diri dan pembacanya.Gus Dur juga seperti mengamalkan apa yang di pernah ditulis Pramoedya, "Seorang terpelajar harus berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan."Tulisan Gus Dur fair dan berusaha memahami jalan pikiran orang, menurut saya.


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *