Kitab Omong Kosong

Kitab Omong Kosong Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu pikiran dan tenaga Sungguh hanya suatu omong kosong belaka Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini Maaf beribu rib

  • Title: Kitab Omong Kosong
  • Author: Seno Gumira Ajidarma
  • ISBN: null
  • Page: 208
  • Format: Paperback
  • Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran dan tenaga Sungguh hanya suatu omong kosong belaka Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini Maaf, beribu ribu mohon maaf TogogCerita ini memang ditulis oleh Togog, yang merasa minder dan terasingkan dalam sebuah dunia yang sangat memuja Semar Berkisah tentang malapetaka serbua Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran dan tenaga Sungguh hanya suatu omong kosong belaka Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini Maaf, beribu ribu mohon maaf TogogCerita ini memang ditulis oleh Togog, yang merasa minder dan terasingkan dalam sebuah dunia yang sangat memuja Semar Berkisah tentang malapetaka serbuan balatentara Sri Rama yang menyapu anak benua, dan menghadirkan pemandangan bencana Inilah kisah Satya dan Maneka, rakyat yang menjadi korban, yang menjelajah dalam pencarian Walmiki penulis Ramayana, sembari berlayar di samudera cerita Inilah saat kematian Sang Hanoman, wanara agung yang ditakdirkan berumur panjang, untuk menjaga kebudayaan Kenapa Togog menganjurkan cerita ini tidak dibaca Nah

    • Free Download [Historical Fiction Book] ↠ Kitab Omong Kosong - by Seno Gumira Ajidarma ð
      208 Seno Gumira Ajidarma
    • thumbnail Title: Free Download [Historical Fiction Book] ↠ Kitab Omong Kosong - by Seno Gumira Ajidarma ð
      Posted by:Seno Gumira Ajidarma
      Published :2019-04-12T04:57:54+00:00

    About “Seno Gumira Ajidarma

    • Seno Gumira Ajidarma

      Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic He writes short stories, novel, even comic book.He has won numerous national and regional awards as a short story writer Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta Jakarta His piece in this issue is an excerpt from his novel Jazz, Parfum dan Insiden , published by Yayasan Bentang Budaya in 1996.Mailing list Seno Gumira fans groups.yahoo group senogum

    354 thoughts on “Kitab Omong Kosong

    • Kitab yang isinya bukan omong kosong, benar - benar impressive! Dari buku ini kekaguman saya terhadap Sri Rama turun dan memindahkannya pada Shinta dan Hanoman, bagaimana Rama menjalankan kecurigaannya terhadap Shinta yang diculik Rahwana ke Alengka membuatnya harus lebu geni, dan akhirnya terseok - seok dgn Lawa dan Kusa di rahimnya. Dalam buku ini, saya jadi semakin mengagumi Hanoman melebihi yang lain, ia benar - benar ksatria dan sangat setia juga perjalanan Satya dan Maneka dalam pencarian [...]


    • "Kosong Adalah Isi. Isi Adalah Kosong"Salahkah Sinta yang tak mau menjalani upacara Obong yang dipinta oleh Rama? Takutkah Sinta ketahuan kalau ia tidak suci lagi secara ragawi? Tapi, begitu tipiskah cinta Rama kepada Sinta hingga kesucian ragawi bisa meniadakan kepercayaan. Suci. Ragu. Cinta. Patah."Kosong Adalah Isi. Isi Adalah Kosong"Maneka memang pelacur. Letih. Kisah hidupnya ditulis oleh Walmiki, seorang manusia biasa. Mengapa manusia satu bisa menentukan hidup manusia lainnya? Pasrah. Dia [...]


    • Membaca Kitab Omong Kosong persis seperti memakan kue tart. Besar, banyak, kalau dimakan semua langsung sendirian bisa kenyang banget, jadi makannya bisa disela minum air putih, setelah baca sampai habis puas banget, dan udah selese dicerna pasti pengen lagi.Kitab Omong Kosong seperti itu, isinya banyak sekali nama-nama tokoh pewayangan, sampai kenyang nama-nama pewayangan. Jadi bacanya disela dengan buku-buku lain yang sekali duduk (tiga-empat jam duduk sekitar 150-250hal). Setelah baca sampai [...]


    • sekedar kesanLangit di atas Parung kelabu dirundung mendungjari sang anak dara menari kata tanpa suara Jikalau Togog telah dilanda iri pada sang Badranayairilah padanya, karena darinya kitab ini bermula, o!tambahan kesan:Ini memang cerita dalam cerita. Ada yang serius, rada filosofis, mengada-ada, tapi biar lebih mudah, sebut saja kisah ini hanya sekedar ngarang!*masih perlu mengendapkan hasil pembacaan hingga menghasilkan review yang lebih dari sekedar kesan*


    • "Banyak orang berpura-pura pintar untuk menutupi kebodohannya atau sebaliknya berpura-pura bodoh untuk menutupi kepintarannya. Ada kalanya memang, berpura-pura pintar adalah berbahaya, ketika semua orang mengira yang berpura-pura pintar itu benar-benar pintar."Seakan balik jaman kecil menikmati kisah pewayangan ala Nyoman S. Pendit, hanya saja diselipkan kalimat indah dan nasihat yang tidak sok bijak, sok menggurui namun tetap quotable.


    • Menurut saya, buku ini terasa pintar karena dituturkan dari sudut pandang dia, yang selalu merasa bodoh, tidak tahu apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Ya, nama juga Kitab Omong Kosong


    • Saya memberi bintang empat dengan bintang terakhir bukan karena kekurangan yang saya lihat di buku ini namun untuk kekurang-pahaman saya terhadap dunia pewayangan yang menjadi latar di buku ini.Dunia Seperti Adanya Dunia, cerita seperti adanya cerita : tokoh anak lelaki dan perempuan yang melakukan perjalanan untuk mencari jawaban, tukang cerita dan tokoh-tokoh ciptaannya, Rama dan Sinta, Hanoman, BrahmanaDunia Seperti Dipandang Manusia, kisah seperti dipandang pembaca : banyak makna tetapi itu [...]


    • Akhirnya bisa simpan Kitab ini dengan layak di rak buku, bukan di tumpukan ebook. Sebab gue bukan pembaca ebook. Dan Kitab sesakti ini gak cukup kalau cuma ebook doang, pleaseee ini sama dengan musik-musik bagus, iTunes/Spotify doang gak cukup kalau belum pegang fisiknya.


    • satu lagi buku yang bacanya harus selesai dalam semalam :D-------------------selesai! buat orang yang dah dijanjiin review, nanti-nanti aja yah, lagi ga mood :P


    • ironi/iro•ni/ n (1) kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir; (2) majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sesungguhnya, misalnya dengan mengemukakan makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya.diawali dengan ironi perdamaian melalui surat dari Rama kepada penguasa wilayah lainnya (hal 12-13):Raja [...]


    • Kisah Rama, Sinta dan Hanuman yang dituturkan begitu sederhana namun memikat. Sebuah hikayat yang terasa ringan dibaca. Sebuah kerja luar biasa Mr. Seno.


    • Cerita yang panjangEpos Ramayana yang lengkap dan detail mengenai tokoh-tokohnya. 1 pesan yang Saya terima dari kisah panjang ini, "jadilah pencerita kisah hidupmu sendiri".



    • “Kitab tulisan Togog ini berkisah tentang kejadian-kejadian yang berlangsung dalam kisah Ramayana dari Walmiki. Bencana akibat persembahan kuda berlangsung hingga ke anak benua dan menghancurkan seluruh peradaban, kecuali Satya dan Maneka berhasil menemukan kelima bagian Kitab Omong Kosong itu yang keberadaannya tidak diketahui setelah berada di Perpustakaan Negeri Ayodya. Kelima bagian kitab ini memiliki arti dan penafsiran makna yang kental dengan unsur filsafat eksistensialis.”Catatan pen [...]


    • Bukan karya terbaik Mas Seno, tapi salah satu yang menjadi favorit saya.Novel ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Ramasinta. Tentang Sri Rama yang bertemu dengan anak-anaknya di tengah hutan belantara, di kediaman Walmiki Sang Pertapa. Tentang Sinta dan hidupnya yang terlunta setelah terusir dari istana Rama. Tentang Hanoman, dan Kitab Omong Kosong yang ditulisnya.Selain kesemua tokoh dunia perwayangan yang tentu sebagian besar dari kita telah kenal, ada lagi tokoh rekaan Mas Seno yang [...]


    • Saya awam terhadap kisah perwayangan dan hanya mengenal sedikit tokoh, sedikit cuplikan kisah, sehingga ketika membaca "Kitab Omong Kosong" ini seakan membaca cerita yang sama sekali baru. Saya mengenali beberapa bagian cerita; dibakarnya Sinta, Alengka, Rahwana, Hanoman. Tapi untuk latar belakang Persembahan Kuda, wah saya baru tau. Eh, tapi bisa jadi ini versi penulis sih.Kisah Ramayana memang hanya dibahas di bagian pertama, Persembahan Kuda. Bagian ini seru. Bagian kedua, Perjalanan Maneka, [...]


    • Seno selalu jadi penulis favorit saya sejak pertama kali membaca cerpen "Sepotong Senja Untuk Pacarku." Kini Kitab Omong Kosong hadirkan sensasi berbeda dari karyanya sebelum-sebelumnya.Membaca kitab omong kosong adalah kengawuran luar biasa seorang Seno. Plot berjalan tidak beraturan, meloncat-loncat, tokoh-tokoh bermunculan dan hilang begitu saja, sebagian kuat berkarakter, sebagian lain abstrak bahkan tanpa nama. Absurd sudah tidak usah diherankan dari karya-karya Seno, tapi mengambil realita [...]


    • Kali ini saya akan menggunakan bahasa yang mubadzir untuk mengungkapkan buku ini. Saya amat sangat suka sekali buku ini :)) Selain memang karena ceritanya keren, sampulnya juga keren. hahahaSekali lagi, SGA menulis buku yang berbobot (dilihat dari isi dan tebalnya). Saya memang bukan penggemar berat SGA namun buku ini cukuplah membuat saya terkagum-kagum. Kalau memang penulis dan sastrawan itu berbeda, saya dapat melihat perbedaan itu melalui buku ini. Pada dasarnya saya memang menyukai wayang d [...]


    • Tulisan SGA memang kelasnya jauh berbeda daripada buku2 sastra populer jaman sekarang yg bertebaran di gramedia.Cerita ini mengambil latar belakang post-Ramayana, suatu kisah klasik dari India yang sudah sangat akrab saya geluti sejak kecil. Meski SGA banyak mengambil cerita ramayana dari kakawin yang dikembangkan Empu Tantular dari Sutasoma (kisah pewayangan ramayana versi Indonesia ), tapi konsep pewayangan yang SGA ceritakan disini tidak sembarangan. Membaca buku ini sedikit mengingatkan saya [...]


    • Dari awal pembaca telah diwanti-wanti untuk tidak membaca buku ini sebab cerita dikarang oleh Togog dan bakal bercerita tentang Kitab Omong Kosong. Pemilihan Togog sebagai narator dan Kitab Omong Kosong (KOK) sebagai judul oleh SGA saya pikir memiliki lapis makna yang sangat dalam meski terkesan asal-asalan. Cerita yang dikemas "melenceng" dari konvensi Ramayana dan pakem cerita pewayangan ini menimbulkan reaksi berbeda di tiap babnya. Saat hitam-putih dan justifikasi baik-buruk sangat kental da [...]


    • Kitab Omong Kosong saya kira adalah usaha SGA melawan kesuntukan proses kreatifnya. Meskipun di buku-buku lainnya SGA juga sudah sering melakukan eksperimen sastra, entah itu cara penulisan maupun konten tulisannya. Memang bukan hal yang baru bagi SGA dalam menciptakan sesuatu yang baru dan membuat para pembacanya terkagum-kagum. Bagaimanapun juga, buku ini adalah puncak pencapaian estetis SGA. Ia menerobos segala baku dalam cara penulisan, gaya, juga konten. Ada beberapa bagian yang terlihat sa [...]


    • Omong kosong yang bukan sekedar omong kosong. Cerita di dalam cerita. Sebuah cerita yang mengambil setting post-Ramayana. Sebuah pemikiran kritis atas epos Ramayana. Keindahan bahasanya sepantar dengan Anak Bajang Menggiring Angin, dengan konsep-konsep yang lebih abstrak dan lebih dalam. Banyak unsur post-modernisme seperti relativitas moral dan dorongan bermain yang sering diselipkan sebagai humor. Banyak konten Hindu juga yang menjadi dasar-dasar pemikiran di dalam buku ini.Buku ini tidak hany [...]


    • Juara KLAIsinya sak karepe dewe sakjane (seenaknya sendiri sebenarnya). Bung Seno tak ambil pusing. Ada bagian-bagian yg diloncati dengan alasan yg agak membuat mangkel. Seperti misalnya bagian seru-serunya saat satya mbaca kitab yg nemu di pedati yg orangnya sudah mati, eh malah halaman kitabnya hilang lah, tak terbaca lah, ketumpahan kopi lah. HaaaaahTapi buku ini sepertinya adalah cikal bakal cerita pendekar tanpa nama yg selalu membuat saya ketawa-ketiwi sendiri sambil geleng-geleng kepala d [...]


    • Buku berat!!! (620 halaman!!!) Menyelesaikan buku ini juga butuh perjuangan berat. Jadi bingung mau komen apa. Di sepanjang cerita, kadang saya tidak terlalu ingat apa saja yang telah diceritakan sebelumnya. Kadang saya juga tidak mengerti. Terlalu banyak nama dan ceritanya tumpang tindih. Alur waktunya juga seenaknya. Kadang seperti dipermainkan. Tapi ya memang dikehendaki begitu sepertinya. Yang jelas, buku ini semakin terlihat menarik di bagian terakhir, bagian "Kitab Omong Kosong". Ada kepua [...]


    • Tema pewayangan memang sudah sering diadaptasi menjadi cerita lain yang sama sekali baru maupun yang hanya dikisahkan ulang dengan lebih modern. Namun SGA di buku ini benar-benar mengisahkan cerita-cerita dari dunia pewayangan dengan sangat amat apik dan berbeda. Gaya bahasa yang digunakan SGA pun benar-benar gaya bahasa yang akan membuat pembacanya hanyut dalam cerita. Membaca "Kitab Omong Kosong" ini benar-benar seperti diajak bertualang ke zaman pewayangan sambil mendengarkan seorang pendonge [...]


    • Tidak seperti judulnya, buku ini bukan berisi omong kosong belaka. Ada kisah romantis Satya dan Maneka, ada pelajaran tentang kehidupan, pencarian makna. SGA dengan lihainya menyelipkan karakter pewayangan ke dalam kisah cinta Satya dan Maneka dengan sentuhan surealis. Seperti karyanya yang lain, penyelipan ini tidak terkesan dipaksakan, malah sangat hidup dan membuat buku ini jadi sangat menarik. Membaca buku yang sangat tebal ini memang perlu suasana santai dalam ruangan yang hening. Ketebalan [...]


    • Buku ini keren bangeet :DTidak hanya membuat saya menikmati sastra pewayangan, tapi juga menambah pengetahuan saya tentang cerita pewayangan itu sendiri. Ceritanya berkembang dari mulai ramayana terus kemana-mana, menelusuri kisah hampir setiap tokoh di dalamnya tanpa menimbulkan kebingungan dan kesan tumpang tindih. Itu masih ditambah tokoh rekaan Seno, yaitu Maneka dan Satya yang membuat jalinan cerita semakin seru dengan 'petualangan' mereka untuk mencari Walmiki, Hanoman, hingga menemukan li [...]


    • Buku ini memang sebuah kitab omong kosong. Kisah Ramayana yang obrak-abrik. Karena para wayang memilih jalan ceritanya sendiri. Dan Walmiki si penulis kisah hanya mampu berlapang dada, dan berujar, "Bila engkau menginginkan kebahagiaan maka engkau harus mencarinya, tapi dalam pencarian itu mungkin akan menderita. Dalam penderitaan itulah engkau akan menjadi matang, dan seorang yang matang akan mudah bahagia." Kitab kosong memanti huruf / Siapa sedang membaca semesta / Dunia bagai sebuah cerita


    • Pertama kali jatuh cinta pada tulisannya Seno Gumira adalah ketika membaca buku ini. fantastik! dan entah harus menggunakan ungkapan yang seperti apa untuk menggambarkan kehebatan Seno dalam bercerita di buku ini. dengan alur yang keren, penceritaan yang ciamik, tokoh yang tak terduga, dan ending yang tidak terlalu mengecewakan.Pantas buku ini mendapat hadiah hingga seratus juta. keindahan bahasa dan makna, memainkan peran penting dalam membuat buku ini impresif. saallluuuute!


    • Dapet buku ini dari perpustakaan fakultas, terpikat sama pengarangnya sih SGA.al baca novel ini keren, karena bercerita tentang pewayangan sri Rama dan si Sinta. bagaimana seorang sinta mempertanyakan cinta sri rama, dan persembahan kuda srirama yang menghancurkan peradaban. bagaimana seorang lakon cerita menggugat si pencerita semuanya ada di kitab omong kosong, namun semakin diakhir novel bukan hanya tentang wayang saja namun juga cerita berbau filsafat. wajib dibaca!


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *